Pengertian, Tujuan, Fungsi, Sifat, Ciri, Jenis

Header Toggle
  1. Relevan
  2. Dapat dimengerti
  3. Daya uji
  4. Netral
  5. Tepat waktu
  6. Daya banding
  7. Lengkap

Fungsi Laporan Keuangan

laporan keuangan laba rugi

Pada umumnya, fungsi daro laporan keuangan ini adalah sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menilai keadaan keuangan perusahaan.

Adapun beberapa fungsi lainnya dari laporan keuangan ini, diataranya ialah sebagai berikut:

1. Sebagai Media Review

Financial statement bisa menyajikan informasi atau data yang komprehensif mengenai kedudukan keuangan perusahaan.

Hal tersebut dapat menjadi ulasan tentang keadaan perusahaan secara menyeluruh, terutama keadaan keuangan (aset, utang, biaya operasional, dan yang lainnya).

2. Sebagai Pedoman Membuat Keputusan

Salah satu fungsi paling penting dalam pembuatan laporan tentang keadaan keuangan perusahaan yaitu sebagai media pertimbangan dalam pengambilan keputusan penting untuk perusahaan.

3. Membantu Menciptakan Strategi Baru

Financial statement juga bisa digunakan dalam membuat strategi baru oleh perusahaan dalam usaha menaikan performa usahanya.

4. Meningkatan Kredibilitas Perusahaan

Perusahaan yang membuat financial statement akan menunjukkan bahwa perusahaan itu sudah menerapkan sebuah sistem perekapan data yang terpercaya, akurat, serta tidak sembarangan dalam pengambilan keputusan.

Para pemegang saham tentu akan lebih percaya untuk menginvestasikan uang mereka terhadap perusahaan yang dipercaya dan mempunyai kredibilitas yang baik.

Manfaat Laporan Keuangan menurut Fahmi (2012:5):
“Dengan terdapatnya laporan keuangan yang disediakan oleh pihak manajemen perusahaan maka akan sangat membantu pihak pemegang saham dalam proses pengambilan keputusan, serta sangat bermafaat dalam melihat keadaan pada saat ini ataupun dijadikan sebagai alat untuk memprediksi keadaan masa yang akan datang”.

Sifat Laporan Keuangan

Sifat

Dalam pembuatan laporan keuangan ini harus disusun sesuai dengan kaidah yang berlaku serta harus didasari dengan  sifat laporan keuangan itu sendiri.

Menurut gagasan dari Kasmir (2014:11), dalam penerapannya sifat laporan keuangan yaitu:

  1. Bersifat historis
  2. Menyeluruh

Bersifat Histori: Laporan keuangan dibikin dan disusun dari data masa lalu.

Conthnya financial statement yang dirancang berdasarkan data satu atau dua atau beberapa tahun ke belakang (tahun atau periode sebelumnya).

Bersifat menyeluruh: laporan keuangan disusun sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan serta dibuat  selengkap mungkin

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik Kualitatif

Pengertian dari karakteristik kualitatif laporan yaitu ciri khas informasi laporan keuangan yang bermanfaat untuk pemakai laporan.

Untuk dapat menciptkan nformasi laporan yang berkualitas, para pengguna laporan diharuskan dapat memahami karakteristik kualitatif laporan keuangan tersebut.

Lantas apa saja ya karakteristik tersebut?

Berikut 4 karakteristiknya:

1. Relevan  

Laporan keuangan dapat dikatakan releven apabila isi dari laporan tersebut mampu mempengaruhi penggunanya dalam membantu mereka untuk mengevaluasi kegiatan masa lalu atau masa kini.

Serta dapat memprediksi masa yang akan datang dan juga menegaskan hasil dari evaluasi masa lalu.

Adapun syarat dari laporan keuangan yang relevan, diantaranya yaitu:

  1. Memiliki manfaat untuk umpan balik.
    Laporan keuangan memungkinkan pemakainnya untuk mengoreksi kebijakan mereka pada masa lalu.
  2. Memiliki manfaat prediktif.
    Laporan keuangan dapat membantu pengguna dalam meramalkan masa depan dengan dilandasi data di masa lalu.
  3. Tepat waktu.
    Informasi yang disajikan secara tepat waktu sehingga akan dapat mempengaruhi dan juga bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
  4. Lengkap
    Informasi keuangan harus disajikan dengan selengkap mungkin meliputi semua hal yang dapatmempengaruhi pengambilan keputusan.

2. Andal  

Informasi yang ada di dalam laporan keuangan juga harus bebas dari pengertian yang menyesatkan serta kesalahan material.

Dan juga menyajikan data secara terbuka atau jujur serta dapat diverifikasi.

Adapaun karakteristik informasi yang andal, diantaranya yaitu:

  1. Penyajian jujur dan terbuka
    Informasi yang disajikan secara jujur baik dalam kegiatan transaksi atau kegiatan lainnya.
  2. Dapat diverifikasi atau dipertanggungjawabkan
    Laporan keuangan harus dapat diuji dan apabila pengujian dilaksanakan oleh pihak berbeda maka hasilnya tidak akan jauh berbeda.
  3. Netralis
    Laporan keuangan tidak memihak pihak tertentu.

 3. Dapat dibandingkan

Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas antar periode guna meneliti kecenderungan kedudukan serta kinerja keuangan dan perubahannya secara relatif.

Perbandingan bisa dilaksanakan secara internal ataupun eksternal.

Secara internal dapat dilaksanakan apabila sebuah entitas menggunakan kebijakan akuntansi yang sama setiap tahunnya.

Agar informasi yang diberikan dapat dibandingkan, maka penyajian laporan keuangan minimal harus dilaksanakan dua periode atau dua tahun anggaran.

4. Dapat dipahami  

Pelaporan keuangan harus dapat dipahami serta diinterpresentasikan oleh pihak penerima.

Oleh sebab itu, segala informasi di dalamnya harus dapat disajikan sejelas mungkin.

Tak hanya jelas, dalam pennyajiannya juga harus memakai bentuka tau format serta istilah yang bisa dimengerti oleh pihak penerima.

Jenis-jenis Laporan Keuangan

jenis laporan keuangan

Secara umum, jenis dari laporan keuangan terdiri dari beberapa macam, antara lain:

1. Laporan Neraca (balance sheet)

Pengertian: laporan yang menunjukan kedudukan aktiva, kewajiban atau hutang serta modal dalam periode waktu tertentu.

Neraca ini juga bisa dirancang setiap saat.

Adapun komponen di dalam neraca, diantaranya yaitu:

a). Harta/Aktiva/Asset

Pengertian: asset yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memiliki peran dalam operasi perusahaan.

Selain itu, ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai arti asset, diantaranya yaitu:

Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132)
Berpendapat jika asset perusahaan termasuk di dalamnya pembebanan yang tertunda yang dinilai serta diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Financial Accounting Standart Board (FASB) (1985)
Asset merupakan kemungkinan keuntungan yang diperoleh oleh sebuah perusahaan sebagai akibat dari aktivitas transaksi di masa lalu.

Dari dua pendapat di atas, dapat kita garis bawahi jika seesuatu dianggap asset apabila waktu yang akan datang mampu mendatangkan net cash inflow yang postif bagi perusahaan.

Contoh:  kas, aktiva tetap, aktiva tak berwujud, persedian dan lain-lain.

Macam-macam aktiva

Secara umum aktiva dpat terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

1. Aktiva tetap berwujud (fixed Assets)

Pengertian: segal barang yang dipunyai oleh sebuah peusahaan dengan tujuan operasional. Serta digunakan secara aktif dan mempunyai manfaat jangka panjang.

Aktiva tetap berwujud yang memiliki masa pendek harus didepresiasi selama masa kegunaannya serta dicatat dalam neraca sebesar nilai bukunya (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasin).

Yang termasuk jenis aktiva tetap: bangunan, mesin, alat-alat pabrik, alat-alat transportasi, alat-alat kantor, mebel, alat kerja bengkel, aktiva sumber alam.

Sementara aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa kegunaan tidak terbatas akan dimasukan ke dalam neraca sebesar harga pendapatan.

2. Aktiva tetap tak berwujud (intangible assets)

Yang termasuk jenis aktiva tetap tak berwujud: hak-hak istimewa yang dijamin oleh undang-undang, berbagai perjanjian dan kontrak.

b). Kewajiban/Utang (Liabilities)

Ada pendapat dari beberapa para ahli mengenai pengertian utang, diantaranya:

Accounting Principal Board (APB)
Utang: kewajiban ekonomis dari perusahaan yang telah diakui serta nilainya sesuai prinsip akuntansi.
Contoh: saldo kredit yang ditunda.

Financial Accounting Standart Board (FASB)
Utang: kemungkinan pengeluaran dari kekayaan ekonomis dalam sebuah perusahaan di masa mendatang yang timbuk akibat adanya sebuah transaksi yang telah terjadi.
Kewajiban itu dapat berwujud harta ataupun jasa tergantung dari perjanjian yang sudah disepakati dengan pihak lain.

Dari kedua pengertian di atas, kewajiban atau utang mempunyai tiga sifat utama, yaitu:

  1. Utang itu benar real atau ada.
  2. Utang itu tidak dapat dihindarkan.
  3. Utang yang mewajibkan perusahaan sudah terjadi.

Berdasarkan dengan jangka waktunya, utang bisa dibagi menjadi dua macam. Yakni: utang jangka pendek (Current liabilities) serta utang jangka panjang (long term liabilities).

Utang jangka panjang menurut pendapat dai Harnanto adalah segala kewajiban yang pelunasannya melebihi batas jangka waktu satu tahun.

Contoh hutang jangka panjang: obligasi, hutang bank dan juga hutang hipotek.

c). Pemilik Modal (Owner Equity)

Modal: sisa hak dari aktiva sebuah perusahaan sesudah dikurangi hutangnya.

Nilai modal sendiri berbeda dalam tiap perusaahan sebab tergantung dengan jenis perusahaan itu sendiri.

Apabila jenis perusahaanya perseorangan maka nilai modalnya adalah modal pemiliknya sendiri. Serta apabila bentuknya perseroan maka nilai modalnya terdiri atas modal setor dan juga modal pendapatan.

2. Laporan Laba-Rugi  

Pengertian laba menurut Committee on Terminology yaitu jumlah yang diperoleh dari pengurangan harga pokok produksi, biaya operasional lain serta kerugian dengan penghasilan operasi.

Sementara pengertian statement laba rugi menurut Accounting Principal Board (APB) yaitu kelebihan penghasilan yang diperoleh selama sebuah periode tertentu.

Sehingga, dapat kita ketahui dari definisi di atas bahwa rugi sendiri adalah selisih. Baik dalam konotasi positif ataupun negatif yang didapatkan dari aktivitas operasional dan non-operasional selama periodetertentu.

Dalam laporan laba-rugi terdapat komponen di dalamnya, antara lain:

a). Pendapatan/hasil/revenue

Pengertian: hasil yang didapat dari penjualan jasa terhadap perusahaan atau penerima jasa.

Harahap juga menyampaikan gagasan bahwa penghasilan bisa disebut sebagai pendapatan dalam waktu kapan aktivitas utama yang perlu untuk membuat serta menjual barang dan jasa itu telah selesai.

b). Biaya (Expense)

FASB berpendapat bahwasannya, biaya adalah arus keluar aktiva, penggunaan aktiva ataupun munculnya kewajiban dan atau kombinasi dari keduanya dalam kurun waktu tertentu.

Kondisi tersebut dapat dikarenakan oleh delivery barang, biaya jasa atau aktivitas operasional perusahaan yang lain.

Biaya dapat dikelompokan menjadi:

  • Biaya yang dikaitkan dengan pendapatan dalam waktu tertentu.
  • Biaya yang dikaitkan dengan periode waktu tertentu yang tidak berhubungan dengan pendapatan.
  • Biaya yang sebab alasan praktis tidak dapat dihubungkan dengan periode manapun.

3. Laporan Laba Perubahan Modal (Insidentil Gains & Insidentil Loses)  

FASB berpendapat bahwasannya, gains adalah kenaikan tingkat nilai Equity dari kegiatan transaksi yang sifatnya insidentil.

Serta bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau peristiwa lainnya yang berpengaruh kepada entity selama satu periode tertentu kecuali yang asalnya dari investasi atau hasil pemilik.

Sementara Losesadalah turunnya nilai Equity dari kegiatan transaksi yang sifatnya insidentil serta bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau peristiwa lainnya yang memiliki pengaruh kepada entity selama satu periode tertentu kecuali yang berasal dari investasi atau hasil pemilik.

4. Laporan Arus Kas/Pos Luar Biasa (Exraordinary item)  

Pengertian: transaksi yang memiliki penagaruh kepada materil yang tidak diperkirakan berlangsung berulang kali. Serta juga tidak dinilai sebagai hal yang berualang dalam suatu proses operasional dari sebuah perusahaan.

Menurut PAI, terdapat dua kriteria Pos luar biasa, antara lain:

  • Bersifat tidak biasa
    Pengertina: memiliki tingkat ketidaknoramalan yang tinggi serta tiak terdapat kaitannya dengan kegiatan perusahaan sehari-hari.
  • Jarang terjadi atau tidak diharapkan berlangsung dalam masa yang akan datang.

Sementara Michael A. Diamond (1993:23) mengatakan:

…The four main financial statement are the balance sheet, the income stattement, the retained earnings statement, and the statement of cash flows.”

Demikianlah ulasan mengenai laporan keuangan yang telah kami bahas secara lengkap, detail, dan tepat. Kalian bisa menggunakan ulasan di atas sewaktu-waktu disaat kalian membutuhkannya.

Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung :)).

Yesternight.id telah bekerja dengan banyak jenis industri, EO dan brand dan perusahan. Kami menyediakan jasa terbaik untuk produk dan jasa kami, dengan konsistensi dan efisiensi menjadi kualitas utama kami. Dan untuk kabar lebih baiknya lagi, harga jasa kami itu dapat dinegosiasi dan sangat murah

Kamu dapat menghubungi kami melalui:

Facebook: Yesternight Indonesia
Instagram: @Yesternight.id
#yesternightindonesia
WhatsApp: +62813 4961 1223

Yesternight.id juga menawarkan banyak jenis jasa multimedia yang akan menguntungkan bisnis dan personal branding kamu. Studio kami menerima jasa manajemen sosial media, penyorotan dokumentasi, dan desain logo atau grafis.

Langganan Artikel

Yuk berlangganan Newsletter Yesternight.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputaran industri kreatif & multimedia, serta promo & informasi menarik ekslusif dari Yesternight.id