Clubhouse, Medsos Eksklusif yang Sedang Tren

Belakangan ini, cukup banyak influencer dan artis media sosial seperti TikTok dan Instagram yang membicarakan aplikasi baru bernama Clubhouse. Global maupun lokal, mereka dengan bangga mengatakan bahwa mereka mendapatkan akses untuk bergabung dengan media sosial baru yang satu ini. Mengapa demikian? Ternyata, Clubhouse ini hanya bisa digunakan oleh mereka yang mendapatkan undangan khusus dari orang-orang yang sudah bergabung terlebih dahulu. Jelas ini berbeda dengan media sosial lain yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan cara membuat akun.

Mirip seperti podcast, pengguna aplikasi ini dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi dari penngguna lain. Perbincangan yang ada di dalam Clubhouse juga bersifat live dan tidak bisa diulang kembali sehingga menambah keeksklusifannya. Tema-tema yang ada di dalam Clubhouse juga beragam seperti dunia hiburan, olahraga, teknologi, dan juga seni.

Media sosial yang berasal dari Sillicon Valley ini sebenarnya sudah ada sejak Maret 2020 akan tetapi mereka hanya memiliki 1500 pengguna selama dua bulan setelah peluncuran. Tahun 2021 ini. Clubhouse memilih Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, sebagai KOL mereka. KOL yang merupakan singkatan dari Key Opinion Leader adalah mereka yang ahli dalam bidang tertentu dan opininya selalu dianggap valid. Elon Musk dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menggambarkan Clubhouse yang eksklusif, sama seperti produk TESLA yang eksklusif dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.

Setelah Elon Musk menyelenggarakan audio-chat dengan Vlad Tenev, CEO Robinhod, kini Clubhouse memiliki 2 juta pengguna. Nilai perusahaan pun mencapai US$1 Milyar yang pada Mei 2020 hanya bernilai US$100 juta.

Di Indonesia sendiri, tidak hanya influencer dan komedian seperti Reza Arap Oktovian dan Ernest Prakasa saja yang sudah memiliki akun Clubhouse, sutradara Joko Anwar pun sudah memilikinya. Melalui akun twitternya, Joko Anwar memamerkan topik pembicaraannya di Clubhouse yang membahas perfilman Indonesia.

Sumber: twitter.com/jokoanwar

 

Clubhouse sendiri memanfaatkan konsep fear of missing out (FOMO) atau ketakutan akan ketertinggalan akan suatu hal baru. Strategi ini mampu menggaet dan memastikan penggunanya untuk terus bertahan di aplikasi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kepanikan orang terutama pnggemar influencer Indonesia yang sudah memiliki akun Clubhouse. Sayangnya, hal ini membuat oknum tertentu memanfaatkan ketakutan mereka dengan cara menjual undangan Clubhouse di platform e-commerce dengan harga sekitar 300 ribuan. Orang-orang yang sangat takut ketinggalan tren tentu saja bersedia mengeluarkan uang sebanyak itu demi dapat bergabung di Clubhouse.

Jadi gimana, sudah tertarik untuk bergabung dengan Clubhouse? Kamu bisa menunggu invitation dari influencer kesukaanmu. Tidak jarang mereka membagikan undangan Clubhouse melalui akun media sosial mereka secara gratis. Sayangnya, saat ini Clubhouse hanya bisa didapatkan melalui App Store. CEO Clubhouse Paul Davidson menyampaikan akan terus mengembangkan fitur-fitur di dalamnya dan akan segera membuat aplikasi tersebut dapat diakses oleh pengguna Android.

Yesternight.id menyediakan berbagai jasa yang pastinya akan membantu meringankan beban anda dalam bidang dokumentasi, manajemen sosial media dan desain. Berlokasi di Palangka Raya Kalimantan Tengah, Indonesia, Yesternight.id menekuni berbagai bidang diantaranya, Produksi Video, Dokumentasi Event & Wedding, Desain Grafis, Optimisasi & Manajemen Social Media, serta Video & Photography produk.

Subscribe newsletter kami di sini untuk mendapatkan tips & perkembangan seputar Dunia Multimedia & Marketing gratis. Baca juga artikel-artikel lain di Artikel Yesternight.id dan jangan lupa follow sosial media Yesternight.id untuk informasi lainnya dan berita-berita terbaru.

Langganan Artikel

Yuk berlangganan Newsletter Yesternight.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputaran industri kreatif & multimedia, serta promo & informasi menarik ekslusif dari Yesternight.id

0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar