Ubah Hobi Fotografi Mu Jadi Cuan Lewat Website Ini

unsplash scaled e1591063792268

Saat ini fotografi sudah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Setiap orang pasti punya kamera di gadgetnya masing-masing. Meski tidak sekolah fotografi, ternyata banyak orang yang berhasil membuat foto yang indah dengan belajar sendiri. Namun, foto ini hanya diunggah di sosial media atau pengisi memori di laptop saja.

Padahal, hasil jepretanmu itu bisa dijadikan uang lho. Nah, mulai sekarang gak ada salahnya kamu coba menjualnya di situs website berikut ini.

 

1. Shutterstock

Siapa yang tidak tahu Shutterstock? Platform berskala global yang dapat menghubungkan foto Anda dengan para pembeli dari seluruh dunia. Jadi, jangkauan pasarnya luas sekali!

Platform ini menjadi tempat jual foto online terbesar, dengan nilai transaksi lebih dari 1 miliar dolar dalam 15 tahun terakhir.

Bahkan di Indonesia sendiri, tercatat transaksi jual beli foto di Shutterstock meningkat 49% tiap tahunnya. Wow!

Platform ini banyak diminati karena sangat membantu para kontributornya. Misalnya, dengan fasilitas tips dan support dari komunitas yang besar di seluruh dunia.

 

 

2. Adobe Stock

Mendengar kata Adobe, tentunya familiar dengan dunia desain, grafis, visual, dan semacamnya, bukan?

Keunggulan utama platform yang tadinya bernama Fotolia ini ialah integrasi dengan berbagai tools Adobe. Misalnya, Photoshop, InDesign, Illustrator, Lightroom, dan aplikasi Adobe lainnya.

Dengan integrasi tersebut, Anda bisa upload langsung dari Adobe Lightroom. Sedangkan konsumen bisa langsung mengedit foto Anda yang telah dilisensikan di aplikasi-aplikasi tersebut.

Konsumen mana sih yang tidak suka hal praktis? Maka dari itu, peluang foto Anda akan dibeli di Adobe Stock juga meningkat.

Sama seperti Shutterstock, kontributor dibekali dashboard untuk meng-upload dan setting foto.

Di dalamnya, Anda bisa mengatur keywords, alt text image, dan yang lainnya agar foto lebih teroptimasi. Sehingga dapat menjadi urutan teratas saat pencarian di dalam website, dan juga muncul di Google Image.

 

 

3. iStockphoto.com

Sama seperti Dreamstime, iStockphoto juga didirikan pada tahun 2000. Karena merupakan bagian dari Getty Images, Anda harus mendaftar di aplikasi Getty Images saat registrasi kontributor.

Untuk konten video, Anda diharuskan mengupload tiga hingga enam konten via YouTube. Sedangkan, Anda bisa mengirim via Google Drive atau Dropbox untuk konten gambar dan ilustrasi. Nantinya konten-konten akan di-review oleh tim editor iStock.

Setelahnya, barulah ketuk palu apakah Anda bisa menjadi kontributor atau tidak. Terdengar rumit ya?

Hal itu karena jumlah pelanggan iStockPhoto mencapai 1,5 juta pelanggan dari 200 negara di seluruh dunia. Proses seleksi yang rumit itu dipakai untuk memastikan para kontributor memiliki konten berkualitas.

Selain itu, tentunya Anda harus memenuhi persyaratan dan ketentuan seleksi.

Hal itu juga berpengaruh pada pendapatan. Untuk konten non-exclusive, di mana foto Anda juga dijual di platform lain, royalti yang didapat mulai dari 15%. Dan untuk konten eksklusif atau hanya dijual di iStockPhoto, royalti yang diberikan mencapai 45%.

Persentase tersebut sudah termasuk tinggi dibandingkan platform tempat jual foto online lainnya.

 

 

4. 500px

Platform selanjutnya adalah 500px, yang memungkinkan konten Anda dapat dibeli dan digunakan untuk kebutuhan komersial maupun editorial. Misalnya, digital campaign, website, cover buku, dll.

Uniknya, 500px memiliki algoritmanya sendiri. Konten dari kontributor baru akan muncul lebih dulu. Sehingga kontributor baru dapat bersaing dengan kontributor lama yang telah memiliki banyak konten.

Selain itu, yang membuat 500px diminati adalah royalti 60% untuk kontributor serta submit konten yang mudah.

Sebenarnya 500px sudah memiliki pangsa pasar global. Namun, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, platform ini juga bekerja sama dengan Getty Images dan VCG (Visual China Group) untuk distribusi konten.

 

 

5. Dreamstime

Platform tempat menjual foto ini sudah berdiri cukup lama, yaitu dari tahun 2000. Penggunanya pun juga sudah tembus angka 34 juta dengan hampir 700.000 kontributor.

Karena itu pula, konten yang diterima Dreamstime juga lebih bervariasi. Mulai dari foto, ilustrasi, vektor, video, hingga klip audio.

Besarnya komunitas Dreamstime, membuat Anda harus menaati beberapa peraturan untuk meng-upload konten. Seperti, bukan foto plagiat, bukan konten yang berbahaya, memiliki deskripsi yang relevan, dll.

Buruan daftarkan foto-foto kamu. Daripada cuma dapat likes dan komentar di Instagram. Mending dijual untuk menambah penghasilan.

 


 

yesternight.id telah bekerja dengan banyak jenis industri, EO dan brand dan perusahan.

Kami menyediakan jasa terbaik untuk produk dan jasa kami, dengan konsistensi dan efisiensi menjadi kualitas utama kami. Dan untuk kabar lebih baiknya lagi, harga jasa kami itu dapat dinegosiasi dan sangat murah

Kamu dapat menghubungi kami melalui:

Facebook: Yesternight Indonesia

Yesternight Indonesia – Beranda | Facebook

Instagram: Yesternight.id

#yesternightindonesia (@yesternight.id) • Instagram photos and videos

WhatsApp: https://wa.me/6281349611223?text=Halo%20Yesternight,%20saya%20mau%20tanya%20soal%20

Yesternight.id juga menawarkan banyak jenis jasa multimedia yang akan menguntungkan bisnis dan personal branding kamu. Studio kami menerima jasa manajemen sosial media, penyorotan dokumentasi, dan desing logo atau grafis.

Langganan Artikel

Yuk berlangganan Newsletter Yesternight.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputaran industri kreatif & multimedia, serta promo & informasi menarik ekslusif dari Yesternight.id